Tim TBestie RPRI Lolos Final Harvard HSIL Hackathon 2026 Bandung Hub dengan Inovasi AI untuk Pencegahan Putus Obat TB

Tim TBestie RPRI masuk final Harvard HSIL Hackathon 2026 Bandung Hub, membawa inovasi AI untuk sistem kesehatan Indonesia.

4/22/20261 min read

       Bandung, 10–11 April 2026 — Tim TBestie dari Yayasan Riset dan Pelatihan Respirasi Indonesia (RPRI) berhasil melaju ke babak final dalam ajang Harvard Health Systems Innovation Lab (HSIL) Hackathon Bandung Hub 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Harvard University bekerja sama dengan AI for Smart X (AISX) Institut Teknologi Bandung, dengan tema “Building High-Value Health Systems: Leveraging Artificial Intelligence.” Tahap final diselenggarakan di Gedung CRCS Lantai 3, ITB Ganesha, Bandung, dan menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan sistem kesehatan modern.

       Tim TBestie terdiri atas Muhammad Dzaky Darmawan sebagai ketua, bersama Sherly Gusnawan, Nur Latifah Hanum, Adinda Adhelina Salsabila, dan Muhammad Andhika Prasetya, yang mewakili kolaborasi multidisiplin dari bidang kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat, teknologi pangan, hingga sistem informasi dari RPRI. Dalam kompetisi ini, Tim TBestie menghadirkan solusi digital berupa aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam pengendalian tuberkulosis (TB), yaitu tingginya angka pasien yang putus pengobatan (loss to follow-up).

    TBestie merupakan aplikasi AI-powered yang mampu memprediksi risiko pasien TB mengalami putus pengobatan berdasarkan integrasi data medis, nutrisi, dan kondisi psikososial pasien.Melalui pendekatan ini, TBestie tidak hanya berfungsi sebagai alat monitoring, tetapi juga sebagai sistem pendamping pasien secara menyeluruh dengan fitur utama:

  • Prediksi risiko putus obat secara dini (early warning system)

  • Monitoring interaktif dan check-in harian pasien

  • Rekomendasi personalisasi (pengobatan, nutrisi, dan kesehatan mental)

  • Pengingat minum obat dan edukasi berbasis kebutuhan pasien

  • Dashboard tenaga kesehatan untuk prioritisasi intervensi

Pendekatan TBestie menekankan konsep “3C: Care, Continuity, and Cure”, yang memastikan pasien tidak hanya memulai pengobatan, tetapi juga menyelesaikannya hingga tuntas.

Keberhasilan Tim TBestie menjadi finalis tidak hanya mencerminkan kualitas ide inovatif, tetapi juga menegaskan komitmen RPRI dalam mendorong pengembangan solusi berbasis riset dan teknologi untuk menjawab tantangan kesehatan di Indonesia. Partisipasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong implementasi inovasi digital yang lebih luas, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencapai target eliminasi TB di Indonesia.

Kontak Media

Email: humas@yayasanrpri.org
Website: www.yayasanrpri.org