Didampingi Mentor RPRI, Tiga Mahasiswa FKUI Raih Juara 1 Hackathon UGM 2026 dengan Inovasi TRACE-TB — Inovasi Skrining TB

Tiga mahasiswa FKUI angkatan 2025 meraih Juara 1 UGM Public Health Hackathon 2026 lewat inovasi TRACE-TB — platform skrining TB digital yang membantu pekerja didampingi para mentor dari Yayasan RPRI.

5/7/20262 min read

Jakarta, 6 Mei 2026 – Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2025 – Paul Dicky Kurniawan, Muhammad Salman Qalyubi, dan Viona Audrey Gunawan – berhasil meraih Juara 1 dalam UGM Public Health Hackathon 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Auditorium Tahir FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dengan mengangkat subtema Improving Workplace Support for TB Screening and Care.

Di balik prestasi gemilang ini terdapat peran strategis Yayasan RPRI yang memberikan pendampingan dan bimbingan ilmiah kepada tim melalui para mentornya: Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc., Sp.P(K); dr. Pandu Satya Widiarto; dr. Muhammad Prasetio Wardoyo; dan dr. Muhammad Dzaky Darmawan.

Indonesia masih menghadapi beban tuberkulosis yang berat, dengan lebih dari 300 ribu missing cases setiap tahunnya, sebagian besar dipicu oleh keengganan pekerja menjalani skrining akibat ketakutan akan PHK, diskriminasi, dan kebocoran data medis. TB sendiri tak hanya berdampak fisik, tetapi juga membawa konsekuensi psikososial serius seperti kecemasan, depresi, stigma, dan isolasi selama masa pengobatan. Menjawab tantangan ini, tim FKUI merancang TRACE-TB (Tuberculosis Risk Assessment and Community Early-detection), sebuah sistem skrining terintegrasi berbasis kiosk dan aplikasi digital yang menggabungkan kuesioner terstandar, analisis batuk, dan breath test dalam satu platform non-invasif, aman, dan rahasia dilengkapi fitur psikososial digital untuk membantu pekerja mengatasi stigma sekaligus memastikan keberlanjutan perawatan.

Sebagai mahasiswa tahun pertama, tim FKUI menempuh proses yang cukup menantang: mulai dari perumusan ide, penyusunan proposal dalam waktu singkat hingga batas akhir awal April 2026, hingga mengikuti sesi mentoring bersama narasumber dari UGM pada 20 April 2026. Proses tersebut bermuara pada babak Grand Final di mana TRACE-TB berhasil unggul di antara 16 finalis dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia, antara lain ITB, Unair, Unpad, UNS, Unhan, Unud, USK, Unmul, dan UMJ.


“Tim kami menyadari bahwa tuberkulosis tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga erat kaitannya dengan kesehatan mental. Kami berharap TRACE-TB tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di berbagai sektor industri.”

– Paul Dicky Kurniawan, Ketua Tim

Respiratory Programmatic Implementation and Research Institute (RPRI) berkomitmen untuk mendukung inovasi ilmiah generasi muda dalam bidang kesehatan pernapasan dan penyakit infeksi, termasuk Tuberkulosis. Melalui program mentorship intensif, Yayasan RPRI memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan solusi berbasis bukti yang berdampak nyata bagi masyarakat. Tim mentor Yayasan RPRI yang membimbing Tim TRACE-TB terdiri dari para ahli di bidang pulmonologi, respirasi, dan kedokteran klinis, memastikan bahwa setiap aspek inovasi dari validitas klinis hingga implementasi teknologi telah dikaji dengan standar ilmiah tertinggi.

Kontak Media

Email: humas@yayasanrpri.org
Website:
www.yayasanrpri.org